Kamis, 24 Februari 2011

Sandi Zyper

Zyper adalah kalimat di dalam kalimat, atau sandi di dalam sebuah kalimat. Pembacaannya menurut kunci yang diberikan.
Contoh :

Manisku
Untuk ini kita mesti bertemu
Langkah kita sudah Saturday ada dalam sanubari masing-masing
Berkat kuatnya kata hati kita
Halangan bukan masalah lagi
Apalgi kata busuk orang
Kita kan lompati, yang pokok sukses
Terang pertemuan kita penuh arti
Inikah langkah bagi seorang Pramuka
NB : Tengkleng yang paling enak adalah kambing bagian kepalanya.

Cara membacanya : Dibaca hanya huruf depannya saja. Karena kuncinya adalah kepala.
Jawaban : MULA BAKTI

Sumber : DKR Karangmalang (x1)
Sandi Anak Kecil Menangis

Hanya huruf kecilnya saja yang dibaca (menangis-bersuara)
Contoh :
Kunci : anak kecil suka menangis
As Pri Cat Bur Umur Vini Hening Asih
Jawaban : sri catur murniningsih

Sumber : DKR Karangmalang (x1)
Trik cepat hapal morse
Kadang kita kesulitan menghapal atau mengingat kembali isyarat morse, padahal besok mau ikut lomba Galang apalagi jarang berlatih secara periodik. Berikut ini  akan memberikan tips menghapal morse dengan cepat. Lihat gambar di bawah ini :
E
T
I
A
N
M
S
U
R
W
D
K
G
O
H
V
F
L
P
J
B
X
C
Y
Z
Q
KH
Petunjuk Penggunaan :
Contoh lain :
Dibaca dari atas ya…!
putih-putih-putih-putih, artinya 4 titik (….) berarti huruf H
hitam-hitam-putih artinya 2 strip 1 titik (--.) berarti huruf G
Selamat mencoba, beritahukan teman-temanmu dan ajaklah belajar morse bersama….
MENIKMATI KEINDAHAN PUISI


Sebagaimana telah dijelaskan guru di kelas, puisi merupakan salah satu karya sastra yang bentuknya terikat. Keterikatan puisi itu terlihat jelas pada bentuknya yang berlarik-larik, dan juga rimanya yang teratur baik. Berangkat dari penjelasan inilah maka tumbuh suatu anggapan bahwa menikmati suatu keindahan puisi merupakan hal yang sangat sulit. Anggapan ini terasa semakin kuat bila dikaitkan dengan adanya sejumlah puisi (apapun bentuk puisi tersebut) yang menggunakan kosakata yang kurang lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Adanya puisi (dalam hal ini syair) yang menggunakan sejumlah kosakata yang untuk saat ini kurang lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari, dapat terlihat pada contoh berikut ini :
Adalah raja sebuah negeri,
Sultan Agus bijak bestari,
Asalnya baginda raja yang bahari,
Melimpahkan pada dagang biapri,
(Bidasari lahir)

Untuk memahami baris-baris yang ada pada penggalan syair di atas, kita harus mencari kamus untuk mengetahui makna kosakata yang digunakan, misalnya kata bestari, biapri dan bahari.
Bilamana makna lugas kosakata yang digunakan dalam sebuah puisi saja kita merasa kesulitan bukanlah merupakan hal yang terlalu mustahil bila kita pun merasakan kesulitan untuk memahami makna sebuah puisi. Dengan kesulitan ini, maka jangan diharap kita dapat menikmati keindahan puisi tersebut. Kata bestari, biapri dan bahari yang digunakan dalam puisi di atas bermakna “cerdas, berpendidikan, cakap”, “saudagar (Hindustan)”, “tua sekali, dahulu”. Dengan memahami makna kosakata yang kurang lazim digunakan itu, maka sedikit banyak kita telah memahmi makna yang terkandung dalam puisi tersebut.
Keindahan sebuah puisi sebenarnya tidaklah ditentukan oleh lazim tidaknya kosakata yang digunakan. Cukup banyak puisi yang terasa indah meski kosakata yang digunakan sangat lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari. Hal itu dapat di lihat pada puisi ini :
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu

Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi!
(Taufiq Ismail)

Memperhatikan puisi di atas, hampir dapat dipastikan tidak ada satu pun di antara kita yang tak paham atas kosakata yang digunakan dalam puisi di atas. Seandainya ada, hanyalah terbatas pada kata Salemba. Kata Salemba ini sebenarnya merupakan nama jalan yang ada di Jakarta. Di jalan itu terletak kampus UI, yang saat itu sering digunakan kegiatan mahasiswa yang tengah melakukan aksi demonstrasi menentang kezaliman.
Kendati puisi di atas banyak menggunakan kata lazim, namun untuk dapat memahaminya secara utuh, ada baiknya bila puisi tersebut diparafrasekan terlebih dahulu. Salah satu kemungkinan paraphrase dari puisi di atas adalah :
(adalah) tiga (orang) anak kecil
Dalam langkah (yang) malu-malu
Datang ke Salemba
(pada) sore itu (mereka bertiga berkata sambil menyerahkan sesuatu)
Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada (sebuah) karangan bunga
(kami serahkan ini), Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak (kami) yang ditembak mati
Siang tadi!

Dengan penambahan sejumlah kata pada puisi di atas, maka tampaklah bahwa puisi tersebut agak terasa lengkap, sehingga dengan demikian paraphrase dari puisi tersebut kurang lebih sebagai berikut :
“pada suatu sore, datanglah tiga orang anak kecil ke Salemba dalam langkah yang malu-malu. Mereka bertiga menyerahkan sebuah karangan bunga yang berpita hitam sebagai tanda ikut berduka cita terhadap kakak mereka, yang telah ditembak mati pada siang hari tadi”.
Selanjutnya, bilamana kita simak lebih cermat lagi puisi di atas, maka terlihat bahwa penggunaan kata pita hitam bukan hal yang tanpa disengaja. Digunakan kata itu untuk mendukung gagasan “ikut berduka-cita”. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa hitam itu mempunyai makna konotasi duka. Di samping itu pita hitam secara hakiki merupakan simbol atau lambang yang sering digunakan dalam sebuah puisi. Penggunaan simbol atau lambang dalam puisi memang kadang membuat puisi sulit untuk dipahami. Setidak-tidaknya mengundang adanya penafsiran ganda. Adanya penafsiran ganda pada suatu puisi merupakan hal yang wajar. Sebab, secara hakiki puisi sebagai karya sastra memang berpeluang untuk ditafsirkan lebih dari satu.
Dalam hubungan ini, perhatikan puisi di bawah ini :
AKU
Kalau sampai waktuku
‘ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya yang teerbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa ku bawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih perih
Dan aku akan lebih tak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
(Chairil Anwar)

Setelah membaca puisi karya Chairil Anwar di atas terbuka kemungkinan bagi kita untuk menafsirkan bermacam-macam, siapakah sebenarnya yang dimaksudkan ‘aku” oleh Chairil Anwar? Bisa saja kita mengatakan bahwa yang dimaksudkan oleh Chairil Anwar dengan tokoh ‘aku” tidak lain adalah Chairil Anwar sendiri. Namun juga terbuka kemungkinan ada diantara kita yang menafsirkan bahwa “aku’ adalah ‘angkatan ‘45”, dan juga terbuka kemungkinan bila ada yang menafsirkan “aku’ tiada lain adalah manusia Indonesia yang tengah berjuang untuk mempertahankan kemerdekaannya.
Hanya saja satu hal yang perlu diingat, bahwa meskipun puisi dapat ditafsirkan ganda oleh para penikmatnya, bukan berarti semua tafsiran itu dapat diterima. Sebagai contoh adalah puisi di bawah ini :
SURAT DARI IBU
Pergi ke dunia luas, anakku sayang
Pergi ke hidup bebas!
Selama angin masih angin buritan
Dan matahari pagi menyinari daun-daunan
Dalam rimba dan padang hijau
(bait pertama karya Asrul Sani)

Dalam puisi ini kita jumpai adanya kalimat “pergi ke dunia luas, ankku sayang”. Pergi ke dunia luas di sini mengandung maksud pergi mencari pengalaman. Jadi bukan pergi ke dunia yang lain selama-lamanya. Kendati pada baris ketiga kita jumpai pula kalimat “selama angin masih angin buritan” dan dalam kenyataan angina semacam ini memang ada, namun yang dimaksud adalah “selama masih ada kesempatan”. Sebab, dalam berlayar, angin itu merupakan suatu yang sangat diharapkan dan kehadirannya tidak sellau berasal dari arah yang kita kehendaki. Jadi, mencari pengalaman itu sangat tepat dilakukan bilamana kesempatan itu kita miliki.
Keindahan sebuah karya puisi secara hakiki merupakan perpaduan dari berbagai unsur intrinsik yang ada padanya. Oleh sebab itu sangat terbuka kemungkinan keindahan puisi dapat kita peroleh dari perpaduan bentuk, bahasa, dan isi dari puisi tersebut. Dalam hal ini ada baiknya pula kita simak puisi ini :
Dengan seribu gunung langit tak runtuh
Dengan
Seribu perawan hati tak jatuh dnegan
Seribu
Sibuk sepi tak mati dengan seribu beringin-ingin
Tak teduh. Dengan siapa aku mengeluh?
Mengapa jam harus berdenyut sedang

Darah tak sam-
Pai mengapa tangan melambai sedang
Lambai tak sam-
Pai. Kau tahu?
(BATU, Sutradji Calzoum Bahri)

Melihat puisi itu tampak bahw pemilihan itu bukan sekedar mana suka atau main-main, tanpa maksud apa-apa, namun oleh penyairnya dimaksudkan sebagai upaya memperkuat suasana. Dari puisi itulah terasa suasana keresahan, kebungungan, ketidak tentuan dan kerisauan. Dengan bentuk itu tampak secara nyata pula keindahan yang terkandung dalam puisi tersebut. Secara jujur haruslah diakui bahwa keindahan puisi itu bukanlah sekedar keindahan indrawi, melainkan sampai menukik ke dalam batin manusia yang membacanya.
Keindahan sebuah puisi pada dasarnya dapat kita telusuri dari berbagai aspek. Ada kalanya keindahan puisi terlihat dari penggunaan bahasanya. Namun, yang jelas dan pasti, keindahan puisi itu bersifat universal. Setiap pembaca yang satu dengan yang lainnya bukan hanya dalam kadar keindahan itu dan ini merupakan hal yang sah adanya. Puisi itu  bukan memang sekedar untuk dibaca atau dibicarakan, namun justru lebih untuk dinikmati. Menikmati keindahan puisi itu bagaimanapun juga akan menambah batin kita semakin kaya. Dalam hubungan ini tidak ada satu diantara kita yang enggan untuk kaya akan batinnya. Bila demikian marilah kita nikmati puisi. (ady)

ANTARA KEKASIH DAN SAHABAT


Wahai sahabat…tahukah engkau
Rangkaian kata Kau ucapkan waktu itu
Buat Aku bertanya selalu
Hingga muncul keraguan di hati

Terlintas sejuta tanya di benakku
Yang Aku sendiri tak tahu
Di mana Aku dapat menemukan
Jawaban semua pertanyaan itu

Ah…Aku tak tahu kenapa tanya itu muncul saat ini
Saat hati terlanjur ‘ku serahkan untukmu
Hati yang dulu begitu mempercayai cintanya padaku
Kini ragu karena ucapanmu itu

Sahabat Aku tahu kau tak rela bila Aku bersamanya
Aku harus bagaimana ?
Hati dah dipenuhi dengan namanya
Benarkah penilaianmu tentang dirinya itu
Atau hanya satu bentuk kekhawatiranmu
Sebagai sahabat dekatku

Ya Allah jalan manakah yang Aku tempuh ?
Saat ini Aku benar – benar bimbang
Tak tahu harus berbuat apa

Ya Allah ku mohon petunjuk darimu
Untuk terlepas dari semua kebimbangan ini
Tanpa harus menyakiti keduanya
Kekasih yang kucintai dan sahabat yang kusayangi

By Erlyana Sari



LIHATLAH AKU LEBIH DEKAT


Di ujung duri
Kucoba tegak berdiri
Sunyi hakiki Bunyi abadi
Menyandarkan diri kepilar
Langit pun menggelegar
Aku tak paham, mengapa layang – layang yang sobek itu
Masih kuasa menjatuhkan bintang

Titik dimana aku harus berdiri
Ternyata pusat semesta
Bahkan tangga ke surga akan berdiri di tempat ini
Memang aku terlambat tahu
Hingga jasad terasa hanyalah kelopak duka

Tapi aku masih punya sisa gerak
Meski bergerak mungkin kurang bernilai
Nyawapun terasa kental tiba – tiba
Saat heningmu yang kencana
Meranggas  was – was yang lebat bunga
Demi amanat………
Telah kujemput langkah udara
Kuintip bintang biduk yang masih seperti sedia kala
Dan aku tak menyesali perjalanan ini
Karena kehidupan adalah perjuangan
Aku yakin………..,
Tuhan akan memberiku jalan


Dan inilah istanaku sekarang
Aku tak ingin bersembunyi, lantaran aku tak ingin kalah
Dan tak ingin mengalahkan
Bukankah semua benih sama tumbuh dari satu bisikan ?
Kemudian lihatlah aku lebih dekat lagi
Akan kuselesaikan hidup dibawah jantung angin
Sebagai tanda kemenanganku !


By Erlyana Sari

ANTARA TEMAN AND KEKASIH

Banyak tanya dalam hati
Sejak kubaca kata hatimu
Menggambarkan kesamaan yang terjadi padaku
Jalan-jalan yang ku lewati
Begitu rumit teka teki misteri kehidupan
Liku-liku terjal jurang
Tuk meraih impian hidup nan abadi

Hari yang ku lewati
Terselimutkan dosa
Teman yang selama ini di hati
Menutup buta mata hatiku
Akan cinta yang selama ini aku cipta
Berbaur akan kasih sayang aku melupakan semuanya

Hariku penuh penyesalan
Mampukah lalui hari panjangku
Ya…rabbi berikan kekuatan tuk kembali
Tuk lewati semuanya
Demi hidup nan abadi
Jalan yang kau ridhoi

                        By: Saifudin Kartika


TERSURAT UNTUKKU

Bisikan angina malam
Mengenang massa nan dalam
Tajuk dalam genggaman
Terpaku dalam lamunan
Khayalan akan hari nan indahtertelan kejahatan hati
Tak mampu kuasai diri
Terjerat dalam ikatan api
Menggema dalam pengampunan
Jalan tuk kembali tiada
Terrajuk kata maaf dari hati
Kan ku gapai mimpi
Jalan yang terang…….
                       
By : Saifudin Kartika

Nilai – Nilai Agama Perisai Membina Keluarga  Sejahtera

Oleh : Dawam As.


      Kehancuran suatu bahtera rumah tangga di zaman modern ini tidak hanya melanda keluarga tak mampu, namun juga banyak di temukan di kalangan keluarga mampu.
Kurang terpeliharanya hubungan harmonis antara anggota keluarga merupakan penyebab utama terjadinya kehancuran keluarga tersebut. Kedua orang tua yang di harapkan menjadi kendali dan pelindung, tapi akibat sangat sibuk mencari nafkah dan urusan – urusan bisnis yang lain dan kurang memperhatikan anak – anaknya, akibatnya akan berusaha mendapatkan perhatian dari luar lingkungan.
Anak – anak terkontaminasi dengan pergaulan yang dapat mempengaruhi perkembangan psikologisnya, sehingga tidak menutup kemungkinan anak – anak akan terlibat kenakalan remaja, implikasinya keutuhan keluarga tidak dapat lagi di pertahankan. Andaikata dapat di pertahankan hubungan mereka tidak lagi hangat. Begitu juga yang terjadi di kalangan keluarga kurang mampu, indikasinya tidak jauh beda, malah hampir sama. Orang tua sibuk mencari tambahan untuk dapat mencukupi biaya hidup keluarganya, akibatnya perhatian kepada anak – anak pun berkurang. Mereka terlalu lelah sehingga tidak ada kesempatan untuk sekedar menanyakan kegiatan anak – anak mereka.
Keretakan dan kehancuran rumah tangga sampai berpisahnya suami – istri akan berdampak negatif lebih luas lagi,. Keluarga yang berhasil mempertahankan keharmonisan, hubungan keluarganya pasti akan nyaman. Anak – anak akan tambah berkembang menjadi orang yang bisa di banggakan. Beberapa ahli berpendapat bahwa situasi dan kondisi dari kemajuan zaman, orang selalu dituntut untuk berpacu dengan waktu dan teknologi mutakhir, apabila kita tidak waspada dan berhati – hati maka kita akan tergilas dengan kemajuan zaman itu sendiri.
Memang, kemajuan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kehidupan keluarga. Karena pikiran dan obsesi ataupun kegiatan orang modern difokuskan untuk supaya bisa hidup bahagia. Tidak heran apabila di dalam suatu keluarga, ayah dan ibu berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mewujudkan harapan tersebut. Tetapi, masih banyak yang tidak menyadari bahwa pada saat harapan itu terwujud, berbagai ragam masalah mengancam keutuhan rumah tangga mereka. Terhadap suatu kesuksesan kita harus berhati – hati. Kesuksesan dapat menimbulkan krisis dalam rumah tangga dan keluarga. Harga sebuah kesuksesan sangat mahal, kadang – kadang harus dibayar dengan hilangnya kebahagiaan rumah tangga.
Pada masa sulit mereka selalu berbagi rasa dan bebagi cerita mengenai kekurangan dan keterbatasan biaya hidup, tetapi manakala kehidupan mereka makin mapan, kadang kala ceritanya menjadi lain, bahkan tidak sedikit yang lupa pada tujuan awal.
Apakah kita rela bila kemajuan dan kesuksesan itu mengantarkan kita kepada kehancuran rumah tangga ? Padahal setelah mengalami masa krisis dalam suatu perkawinan dan berhasil dilewatinya, seyogyanya kita menikmati kedamaian dan ketenangan. Keluarga adalah laboratorium dan tempat memanusiakan kembali serta tempat berlindungnya manusia modern dari keterasingan maupun kesepian. Oleh karena itu, nilai – nilai agama merupakan “perisai” yang paling efektif untuk membina keluarga sejahtera, agama merupakkan  satu- satunya penangkal yang mampu mengatasi berbagai problematika kehidupan. Tetapi sayang etika agama kadang kurang bergema dalam kehidupan manusia modern,  untuk mempergunakan nilai agama sebagai perisai terhadap kesengsaraan modernisasi dengan membangkitkan kembali nilai agama tersebut demi membina keluarga.
Contohnya simple saja, ibadah atau shalat berjamaah bagi umat islam merupakan sarana untuk menyegarkan sepiritual yang berkwalitas tinggi dalam mengharmoniskan kembali hubungan suami istri maupun hubungan anak – anak. Ada beberapa permasalahan pokok yang perlu kita ketahui untuk dapat menciptakan sebuah keluarga yang sejahtera antara lain : mendapat pasangan hidup yang baik, seidiologi, berakhlak baik, di harapkan dapat melahirkan anak – anak yang baik. Dari berjuta – juta sperma laki – laki hanya satu yang sangat di perlukan untuk menumbuhi sebuah sel telur wanita. Dari jutaan sperma tersebut memiliki sifat yang berbeda, dari sperma yang paling baik sampai paling buruk dan sebagai manusia tidak tahu sifat apa dan bagaimana yang akan dibawa oleh sperma yang satu tadi. Satu – satunya jalan adalah dengan berdo’a kehadlirat Allah SWT dan memohon pertolongan agar di dalam proses pertumbuhan itu hanya bibit yang baik sajalah yang tumbuh.
Setelah terjadi kehamilan, sang ibu harus siap melakukan segala sesuatu yang baik karena pada saat itu akan menjadi proses sampai pada kelahiran bayi dan terbukti faktor lingkungan sangat besar pengaruhnya. Keluarga sebagai unit terkecil, hendaknya dapat memberikan dasar pendidikan yang kuat di dalam pertumbuhan anak karena kalau tidak di bekali dengan suatu Basic Education yang kokoh dikhawatirkan akan terpengaruh dengan kehidupan di luar rumah yang penuh dengan ranjau sehingga dapat dipastikan akan dapat menghancurkan anak tersebut.
Disamping itu juga yang tidak kalah pentingnya adalah dengan memperbanyak perbuatan sosial. Misalnya sebagai penyantun anak – anak yatim piatu. Inilah kiranya hal – hal yang esensial yang dapat menentukan atau tidaknya proses pembinaan keluarga sejahtera dengan pengembangan dan menanamkan nilai – nilai agama dalam suatu kehidupan rumah tangga.
RENUNGAN HUT GERAKAN PRAMUKA KE 45


Sebagai anggota Gerakan Pramuka, kita harus mengerti dan memahami apa hakekat kepramukaan itu dan menghayati bagaimana pelaksanaan kepramukaan itu dalam Gerakan Pramuka. Dengan memahami dan menghayati kepramukaan, diharapkan kita dapat bersikap dan bertindak sesuai dengan hakekat kepramukaan.
Masih kita ingat bersama ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menyatakan keprihatinannya terhadap ekstra kurikuler Gerakan Pramuka yang ada di setiap sekolah seluruh Indonesia, karena kegiatan tersebut kurang mendapat minat dan perhatian dari para siswa. ”Menggalakkan Gerakan Pramuka adalah hal penting. Akhir-akhir ini Pramuka kurang diminati sebagai kegiatan ekstra kurikuler.” Hal itu terungkap dalam pidatonya ketika membuka Jambore Nasional (Jamnas) ke-8 tahun 2006 tingkat penggalang di Bumi Perkemahan Mashudi Kiara Payung Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.
Apakah kepramukaan itu?
Kalau kita baca buku “B-P’S Out Look”, di dalamnya terdapat pendapat dari pencipta pendidikan kepramukaan, Lord Baden Powell, yang berbunyi sebagai berikut :”Scouting is not a science to be solemnly studied, nor is it a collection of doctrine and texts. No! It is a jolly game in the out of doors, where boy-men and boy can go adventuring together as leader and younger brothers picking up health and happiness, handicraft and help fullness”.
Artinya, “Kepramukaan bukanlah suatu ilmu yang harus dipelajari secara tekun, bukan pula merupakan suatu kumpulan dari ajaran-ajaran dan naskah-naskah buku. Bukan! Kepramukaan adalah suatu permainan yang menyenangkan di alam terbuka, tempat orang dewasa dan anak-anak pergi bersama-sama, mengadakan pengembaraan seperti kakak beradik, membina kesehatan dan kebahagiaan, keterampilan dan kesediaan memberi pertolongan”.
Kalau kita pelajari lebih lanjut dan secara mendalam tentang kepramukaan itu akhirnya kita dapat mengatakan bahwa hakekatnya kepramukaan adalah; suatu proses pendidikan dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan bagi anak dan pemuda di bawah tanggung jawab orang dewasa, yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan sekolah dan di luar lingkungan pendidikan keluarga, dengan menggunakan prinsip dasar metodik kepramukaan.
Kepramukaan sebagai proses pendidikan harus merupakan kegiatan yang dapat dipertanggungjawabkan dan bernilai pendidikan sehingga kegiatannya harus berencana, dipersiapkan, dilaksanakan dan dapat dinilai dari segi pendidikan dan kejiwaan.

Sifat Kepramukaan
Dalam resolusi kenferensi kepramukaan sedunia tahun 1924, di Kopenhagen, Denmark menyatakan bahwa kepramukaan mempunyai tiga sifat atau ciri khas yaitu :
Dengan landasan uraian di atas, maka kepramukaan mempunyai fungsi sebagai berikut:
Kegiatan menarik (game) di sini dimaksudkan kegiatan yang menyenangkan dan mendukung pendidikan. Karena itu game di sini berarti permainan yang mempunyai tujuan dan aturan permainan, jadi bukan hanya sekedar main-main, yang hanya bersifat hiburan saja tanpa aturan dan tujuan, dan tidak bernilai pendidikan. Karena itu lebih tepat kita sebut saja kegiatan menarik.
Bagi orang dewasa kepramukaan bukan lagi permainan, tetapi suatu tugas yang memerlukan keikhlasan, kerelaan dan pengabdian. Orang dewasa ini mempunyai kewajiban untuk secara sukarela membaktikan dirinya demi suksesnya pencapaian tujuan organisasi.
Kepramukaan merupakan alat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, dan juga alat bagi organisasi untuk mencapai tujuan organisasinya. Jadi kegiatan kepramukaan yang diberikan sebagai latihan berkala dalam satuan pramuka itu sekedar alat saja, dan bukan tujuan pendidikannya.
Sesudah kita mengerti bahwa kepramukaan adalah proses pendidikan, yang di mana-mana di seluruh dunia sama, maka marilah kita pahami apa sebenarnya “Gerakan Pramuka” dan “Pramuka” itu.
Gerakan Pramuka adalah nama organisasi yang merupakan wadah proses pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan di Indonesia. Sebelum tahun 1961 di Indonesia pernah berdiri berbagai macam organisasi kepramukaan seperti Pandu Rakyat Indonesia, Kepanduan Bangsa Indonesia, Hizbul Wathon, dan lain-lainnya. Sekarang hanya satu organisasi yang disebut Gerakan Pramuka. Di negara lain nama organisasi kepramukaan itu berbeda-beda, antara lain Persatuan Pengakab Malaysia, The Singapore Scout Association, Kapatirang Scouting Philipinas, The Bharat Scouts and Guides (India), dan Boy Scouts of America.
Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang berusia antara 7 sampai dengan 25 tahun, dan berkedudukan sebagai peserta didik, yaitu sebagai Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak dan Pramuka Pandega. Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan, Pelatih, Pamong Saka, Staf Kwartir, dan Majelis Pembimbing.
Di samping itu kata Pramuka juga dapat diartikan sebagai praja muda karana, yaitu rakyat muda yang suka berkarya.
      Setelah memahami hakekat dari Gerakan Pramuka itu sendiri maka kita akan dapat melaksanakan pendidikan Gerakan Pramuka sebagai tempat melatih jiwa generasi muda. Karena dengan kegiatan pramuka para generasi muda akan terhindar dari hal-hal yang negatif. Mengingat manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan pramuka Presiden meminta Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dan Menteri Pemuda dan Olah raga Adhyaksa Dault agar meningkatkan kegiatan Pramuka dengan menyelaraskan program dan kegiatan secara edukatif. Dengan tema “Satu Hati Satu Janji Satu Bumi Pertiwi” diharapkan para siswa lebih giat dalam menekuni kegiatan tersebut.